Model Pembelajaran VAK

Pengertian Model Pembelajaran VAK

Pengertian Model Pembelajaran VAK – Menurut Nurhasanah (2010) pembelajaran dengan model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) adalah suatu pembelajaran yang memanfaatkan gaya belajar setiap individu dengan tujuan agar semua kebiasaan belajar siswa akan terpenuhi.

Model Pembelajaran VAK

Jadi dapat disimpulkan Model pembelajaran Visual Auditori Kinestetik (VAK) adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan ketiga gaya belajar (melihat, mendengar, dan bergerak) setiap individu dengan cara memanfaatkan potensi yang telah dimiliki dengan melatih dan mengembangkannya, agar semua kebiasaan belajar siswa terpenuhi. (Sugiyanto. 2008:101)

Pembelajaran dengan model ini memntingkan pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan bagi siswa. Pengalaman belajar secara langsung dengan cara belajar dengan mengingat (Visual), belajar dengan mendengar (Auditory), dan belajar dengan gerak dan emosi (Kinestethic) (DePorter dkk. 1999).

Dr. Vernon Magnesen dalam DePorter (Purnasari, 2008), mengemukakan bahwa “Kita belajar: 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yang kita lihat dan dengar, 79% dari apa yang kita katakan, dan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan”.

Gaya Belajar

Gaya belajar-VAK menggunakan tiga indera utama penerima: Visual, Auditory, dan Kinestetik (gerakan) untuk menentukan gaya belajar yang dominan. VAK (Visual-Auditory-Kinestetik) berasal dari dunia belajar cepat dan populer karena kesederhanaannya.

Menurut Kolb (1984), pelajar lebih suka belajar menurut gaya pembelajaran mereka sendiri. Gaya pembelajaran adalah faktor kognitif, afektif dan fisiologi yang menjadi indikator yang stabil tentang bagaimana individu melihat, berinteraksi dan bertindak balas terhadap persekitaran pembelajaran.

Teori belajar Visual, auditory, dan kinestetik (VAK) membahas mengenai gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Manusia visual menerima dan memproses informasi dengan cara melihat dan menciptakan gambaran mentalnya.

Secara khas, orang visual akan menggunakan kata-kata seperti ‘tunjukkan kepada saya’,’kelihatannya’, atau ‘perhatikan ini’. jika merasa bingung, mungkin ia berkata ‘saya hanya tak bisa melihatnya’. (Amir Tengku Ramly, 2008: 41).

Manusia auditory menerima dan memproses informasi dengan mendengarkan kata-kata atau suara-suara. Orang auditory cenderung menggunakan kata-kata seperti ‘ceritakan pada saya’, ‘kedengarannya seperti…’, ‘saya ingin mendengarkan lagi’’. Jika sedang bingung, biasanya cepat berkata ‘kedengarannya tidak betul’, dan ‘saya tidak bisa mendengar anda’. (Amir Tengku Ramly, 2008: 41).

Manusia kinestetik menerima dan memproses informasi melalui perasaan dan sensasi. Biasanya cepat berkata ‘rasanya seperti…’, ‘bagi saya rasanya enak’, ‘saya merasa anda ingin supaya saya…’. Jika bingung, mungkin akan berkata ‘ada yang terasa tidak benar’, ‘saya tidak bisa merasakannya’. (Amir Tengku Ramly, 2008: 41).

Langkah-langkah Model Pembelajaran VAK

Pembelajaran VAK dapat direncanakan dan dikelompokan menjadi 4 tahap yaitu:

1.Tahap Persiapan ( Kegiatan pendahuluan )
Pada kegiatan pendahuluan, guru memberikan motivasi untuk membangkitkan minat siswa dalam belajar, memberikan perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang kepada siswa, dan menempatkan mereka dalam situasi optimal untuk menjadikan siswa lebih siap dalam menerima pelajaran.

2.Tahap Penyampaian ( Kegiatan Inti pada Eksplorasi )
Pada kegiatan ini guru mengarahkan siswa untuk menemukan materi pelajaran yang baru, secara mandiri, menyenangkan, relevan, melibatkan panca indera, yang sesuai dengan gaya belajar VAK. Tahap ini biasa disebut eksplorasi.

3.Tahap Pelatihan ( Kegiatan Inti pada Elaborasi )
Pada tahappelatihan, guru membantu siswa untuk mengintegerasi dan menyerap pengetahuan serta keterampilan baru dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan gaya belajar VAK.

4.Tahap Penampilan Hasil ( Kegiatan Inti pada Konfirmasi )
Tahap penampilan hasil merupakan tahap seorang guru membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan maupun keterampilan baru yang mereka dapatkan, pada kegiatan belajar sehingga hasil belajar mengalami peningkatan.

Ciri – cirri gaya belajar

a.VISUAL (Visual Learners).
Gaya Belajar Visual (Visual Learners) menitik beratkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Gaya belajar seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik khas bagi orang-orang yang menyukai gaya belajar visual ini. Adapun karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:

1) Kebutuhan melihat sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau memahaminya.
2) Memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
3) Memiliki pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik.
4) Memiliki kesulitan dalam berdialog secara langsung
5) Terlalu reaktif terhadap suara.
6) Sulitmengikuti anjuran secara lisan.
7) Seringkali salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

b. AUDITORI (Auditory Learners).
Gaya belajar Auditori (Auditory Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingat materi pelajaran. Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, pelajar harus mendengar, baru kemudian pelajar bisa mengingat dan memahami informasi itu. Adapun karakteristik gaya belajar auditori adalah sebagai serikut:

1) Orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi hanya bisa diserap melalui pendengaran.
2) Memiliki kesulitan untuk menyerap informasi dalam bentuk tulisan secara langsung.
3) Memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

c. KINESTETIK (Kinesthetic Learners.
Gaya belajar Kinestetik (Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Adapun karakteristik gaya belajar kinestetik adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.

Prinsip Model Pembelajaran VAK

Dikarenakan model pembelajaran VAK sejalan dengan gerakan Accelerated Learning, maka prinsipnya juga sejalan, yaitu sebagai berkut:

1. Pembelajaran melibatkan seluruh fikiran dan tubuh
2. Pembelajaran berarti berkreasi bukan mengkonsumsi
3. Kerjasama membantu proses pembelajaran
4. Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara simultan
5. Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri dengan umpan balik
6. Emosi positif sangat membantu pembelajaran
7. Otak-citra menyerap informasi secara langsung dan otomatis.

Kelemahan dan Kelebihan Model Pembelajaran VAK

Setiap model pembelajaran memiliki kelemahan dan kelebihan, tidak terkecuali model pembelajaran VAK juga memiliki kelemahan dan kelebihan, diantaranya yaitu:

1.Kelemahan
Kelemahan dari model pembelajaran VAK yaitu tidak banyak orang yang mampu mengkombinasikan ketiga gaya belajar tersebut. Sehingga orang yang hanya mampu menggunakan satu gaya belajar, hanya akan mampu menangkap materi jika menggunakan metode yang lebih memfokuskan kepada salah satu gaya belajar yang didominasi.

2.Kelebihan
Kelebihan dari pembelajaran Visuali auditori kinestetik (VAK) adalah sebagai berikut:

a.Pembelajaran akan lebih efektif, karena mengkombinasikan ketiga gaya belajar.
b.Mampu melatih dan mengembangkan potensi siswa yang telah dimiliki oleh pribadi masing-masing.
c.Memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
d.Mampu melibatkan siswa secara maksimal dalam menemukan dan memahami suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi, percobaan, observasi, dan diskusi aktif.
e.Mampu menjangkau setiap gaya pembelajaran siswa.
f.Siswa yang memiliki kemampuan bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar. Karena model ini mampu melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. (Janghyunita.blogspotcom, 2012)

Baca    >>>>>>>       Pengertian Model Pembelajaran

Share This: