Model Pembelajaran Problem Solving

Model Pembelajaran Problem Solving Pengertian Menurut Para Ahli

Model pembelajaran problem solving  adalah cara mengajar yang dilakukan dengan cara melatih para murid menghadapi berbagai masalah untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama – sama (Alipandie, 1984:105).

Model Pembelajaran Problem Solving

Menurut N.Sudirman (1987:146) model pembelajaran problem solving adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha untuk mencari pemecahan atau jawabannya oleh siswa.

Sedangkan menurut Purwanto (1999:17) Problem solving adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai keinginan yang ditetapkan.

Selain itu Zoler (Sutaji, 2002:17) menyatakan bahwa pengajaran dimulai dengan pertanyaan – pertanyaan yang mengarahkan kepada konsep, prinsip, dan hukum, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan memecahkan masalah disebut sebagai pengajaran yang menerapkan model pemecahan masalah.

Sedangkan menurut Gulo (2002:111) menyatakan bahwa problem solving adalah metode yang mengajarkan penyelesaian masalah dengan memberikan penekanan pada terselesaikannya suatu masalah secara menalar.

Model Pembelajaran Problem Solving…………

Menurut Syaiful Bahri Djamara (2006 : 103) bahwa, Model pembelajaran problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode lain yang dimulai dari mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.

Hidayati (2008), berpendapat bahwa model pembelajaran Problem Solving (metode pemecahan masalah) didasarkan pada kesadaran terhadap kenyataan, bahwa mengajar bukanlah sekedar berpidato dan mengkomunikasikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Tetapi, mengajar adalah untuk meneliti dengan seksama, mencari, menyelidiki, memikirkan, menganalisis, dan sampai menemukan.

Senada dengan pendapat diatas Sanjaya (2006:214) menyatakan pada metode pemecahan masalah, materi pelajaran tidak terbatas pada buku saja tetapi juga bersumber dari peristiwa – peristiwa tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Model Pembelajaran Problem Solving merupakan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama.sama. Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. (Hamdani, 2011:84).

Crow dan Crow (Hamdani, 2011:84) menyatakan model pembelajaran pemecahan masalah / Problem Solving adalah suatu cara menyajikan pelajaran dengan mendorong siswa untuk mencari dan memecahkan suatu masalah atau persoalan dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.

Metode Problem Solving menurut Suprijono (2012:46) ialah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.

Sedangkan, Arends (Suprijono, 2012:46) menyatakan model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Kelebihan dan kelemahan model pembelajaran problem solving

Kelebihan model pembelajaran problem solving antara lain sebagai berikut :

  1. Mendidik siswa untuk berpikir secara sistematis.
  2. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
  3. Berpikir dan bertindak kreatif.
  4. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
  5. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
  6. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
  7. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
  8. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan,khususnya dunia kerja
  9. Mampu mencari berbagai jalan keluar dari suatu kesulitan yang dihadapi.
  10. Belajar menganalisis suatu masalah dari berbagai aspek.
  11. Mendidik siswa percaya diri sendiri.

Kelemahan model pembelajaran problem solving antara lain sebagai berikut.

  1. Memerlukan cukup banyak waktu.
  2. Melibatkan lebih banyak orang.
  3. Tidak semua materi pelajaran mengandung masalah.
  4. Memerlukan perencanaan yang teratur dan matang.
  5. Tidak efektif jika terdapat beberapa siswa yang pasif.

Manfaat Model pembelajaran Problem Solving

Manfaat dari penggunaan model pembelajaran problem solving pada proses belajar mengajar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih menarik. Menurut Djahiri (1983:133) model pembelajaran problem solving memberikan beberapa manfaat antara lain :

Mengembangkan sikap keterampilan siswa dalam memecahkan permasalahan, serta dalam mengambil kepuutusan secara objektif dan mandiri
Mengembangkan kemampuan berpikir para siswa, anggapan yang menyatakan bahwa kemampuan berpikir akan lahir bila pengetahuan makin bertambah
Melalui inkuiri atau problem solving kemampuan berpikir tadi diproses dalam situasi atau keadaan yang bener – bener dihayati, diminati siswa serta dalam berbagai macam ragam altenatif
Membina pengembangan sikap perasaan (ingin tahu lebih jauh) dan cara berpikir objektif – mandiri, krisis – analisis baik secara individual maupun kelompok

Tujuan model pembelajaran problem solving adalah sebagai berikut

Siswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya.
Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi siswa.
Potensi intelektual siswa meningkat.
Siswa belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan.

Langkah – langkah/Sintak Model Pembelajaran Problem Solving

Dibawah ini ada beberapa langkah atau tahapan dari para ahli yang bisa Anda gunakan dalam menerapkan model pembelajaran problem solving. Tahap-tahap dalam problem solving.

Menurut Wankat dan Oreovocz (1995) mengemukakan tahap-tahap strategi operasional dalam pemecahan masalah sebagai berikut:

I can (Saya mampu/ bisa): tahap membangkitkan motivasi dan membangun/menumbuhkan keyakinan diri siswa.
Define (Mendefinisikan): membuat daftar hal yang diketahui dan tidak diketahui, menggunakan gambar grafis untuk memperjelas permasalahan.

Explore (Mengeksplorasi) : merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaanpertanyaan dan membimbing untuk menganalisis dimensi-dimensi permasalahan yang dihadapi.

Plan (Merencanakan): mengembangkan cara berpikir logis siswa untuk menganalisis masalah dan menggunakan flochart untuk mengambarkan permasalahan yang dihadapi.

Do it (Mengerjakan): membimbing siswa secara sistematis untuk memperkiraan jawaban yang mungkin untuk memecahkan masalah.

Check (Mengoreksi kembali): membimbing siswa untuk mengecek kembali jawaban yang dibuat, mungkin ada beberapa kesalahan yang dilakukan.

Generalize (Generalisasi): membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan

Langkah-langkah / Sintak Model Problem Solving  ( Dewey dalam W.Gulo, 2002:115)

Sintak model pembelajaran problem solving terdiri dari 6 tahap, yaitu sebagai berikut.

Merumuskan masalah
Kemampuan yang diperlukan adalah : mengetahui dan merumuskan masalah secara jelas.
Menelaah masalah
Kemampuan yang diperlukan adalah : menggunakan pengetahuan untuk memperinci, menganalisis masalah dari berbagai sudut.
Merumuskan hipotesis
Kemampuan yang diperlukan adalah : berimajinasi dan menghayati ruang lingkup, sebab akibat dan alternatif penyelesaian.
Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai bahan pembuktian hipotesis
Kemampuan yang diperlukan adalah : kecakapan mencari dan menyusun data. Menyajikan data dalam bentuk diagram, gambar atau tabel.
Pembuktian hipotesis
Kemampuan yang diperlukan adalah : kecakapan menelaah dan membahas data, kecakapan menghubung-hubungkan dan menghitung, serta keterampilan mengambil keputusan dan kesimpulan.
Menentukan Pilihan Penyelesaian.
Kemampuan yang diperlukan adalah : kecakapan membuat alternatif penyelesaian, kecakapan menilai pilihan dengan memperhitungkan akibat yang akan terjadi pada setiap pilihan.

Penyelesaian masalah Menurut David Johnson dan Johnson dapat dilakukan melalui kelompok dengan prosedur penyelesaiannya dilakukan sebagai berikut (W.Gulo 2002 : 117):

Mendifinisikan Masalah
Mendiagnosis masalah
Merumuskan Altenatif Strategi
Menentukan dan menerapkan Strategi
Mengevaluasi Keberhasilan Strategi

Baca   >>>>>>    Model Pembelajaran Scramble