Model Pembelajaran NHT

Pengertian Model Pembelajaran NHT ( Numbered Head Together )

Model pembelajaran NHT ( numbered head together) dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1993 dengan melibatkan para siswa dalam mereview bahan yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek atau memeriksa pemahaman mereka mengenai isi pelajaran tersebut.

Model Pembelajaran NHT
Lebih lanjut Kagan menjelaskan, model pembelajaran NHT (numbered head together)  ini secara tidak langsung melatih siswa untuk saling berbagi informasi, mendengarkan dengan cermat serta berbicara dengan penuh perhitungan, sehingga siswa lebih produktif dalam pembelajaran.

Menurut Muhammad Nur (2005) model pembelajaran NHT  (numbered head together ) pada dasarnya merupakan sebuah variasi diskusi kelompok dengan ciri khasnya adalah guru hanya menunjuk seorang siswa yang mewakili kelompoknya tanpa memberitahu terlebih dahulu siapa yang akan mewakili kelompoknya tersebut.

Number head together adalah suatu model pembelajaran yang lebih mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas (Rahayu, 2006).

Sedangkan menurut Trianto, (2011:62) Pembelajaran numbered head together atau penomeran berpikir bersama adalah jenis pembelajarankooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional.

Berbeda dengan Trianto,Anggraini (2012:21) menerangkan pembelajaran ini mempunyai karakteristik utama yaitu guru menunjuk satu siswa untuk mewakili kelompok, sebelumnya guru tidak memberi tahu siapa yang akan mewakili kelompok.

Sedangkan Huda (2011: 3) menyatakan bahwa Model NHT memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan dapat meningkatkan kerjasama siswa.

Manfaat Model Pembelajaran NHT  ( Numbered Head Together )

Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran NHT  ( numbered headtogether ) terhadap siswa yang hasil belajar rendah yang dikemukakan oleh Lundgren dalam Ibrahim (2000: 18), antara lain adalah :

Rasa harga diri menjadi lebih tinggi, memperbaiki kehadiran, penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar, perilaku mengganggu menjadi lebih kecil, konflik antara pribadi berkurang, pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi, hasil belajar lebih tinggi.

Sintak Model Pembelajaran NHT  ( Numbered Head Together )

Menurut Ibrahim (dalam Hobri 2009:62) ada empat sintak yang harus dilaksanakan dalam pembelajaran NHT yaitu :

1.Penomoran
Dalam tahap ini guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok atau tim yang beranggotakan tiga sampai lima orang dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.

2.Mengajukan pertanyaan
Pertanyaan yang diberikan dapat diambil dari materi pelajaran tertentu yang memang sedang di pelajari, dalam membuat pertanyaan usahakan dapat bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pula.

3.Berpikir bersama
Setiap kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan memastikan tiap anggota kelompok mengetahui jawabannya.

4.Menjawab pertanyaan
Guru memanggil satu nomor tertentu, kemudian siswa yang nomor-nya sama melaporkan hasil kerjasama kelompoknya untuk seluruh kelas. Siswa tidak diperbolehkan lagi berdiskusi dengan anggota kelompoknya.

Dari keempat sintak tersebut diatas dapat dikembangkan menjadi enam sintak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Keenam sintak tersebut dapat dilihat yaitu :

Persiapan
Guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat RPP, LKS yang sesuai dengan model pembelajaran NHT.

Pembentukan kelompok
Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian membagikan nomer kepada setiap siswa dalam kelompok.

Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan
Guru membagikan pertanyaan berupa LKS kepada setiap kelompok. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mendiskusikan pertanyaan tersebut secara bersama-sama.

Diskusi masalah
Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.

Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban
Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.

Memberi kesimpulan
Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

Tujuan Model Pembelajaran NHT ( Numbered Head Together )

Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai dalam model pembelajaran numbered head together (NHT) yaitu :

1. Hasil belajar akademik stuktural :
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman :
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.
3. Pengembangan keterampilan social :
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

Kelebihan Model Pembelajaran NHT ( Numbered Head Together )

Apa saja kelebihan dari model ini,sebagaimana dijelaskan oleh Hill (!993) dalam Tryana (2008) bahwa model NHT memiliki kelebihan diataranya:
1.Meningkatkan prestasi belajar siswa
2.Mampu memperdalam pamahaman siswa
3.Menyenangkan siswa dalam belajar
4.Mengembangkan sikap positif siswa
5.Mengembangkan sikap kepemimpinan siswa
6.Mengembangkan rasa ingin tahu siswa
7.Meningkatkan rasa percaya diri siswa
8.Mengembangkan rasa saling memiliki
9.Mengembangkan keterampilan untuk masa depan.

Baca    >>>>>   Pengertian Model Pembelajaran

Share This: